Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2026

Cerita Horor: Sumur Tua dan Perjanjian Darah Keluarga Wiryo

  Gambar AI Generated Cerita Horor - Di Kampung Karangjati, ada satu keluarga yang selalu disebut-sebut sebagai teladan. Rumahnya paling besar. Halamannya luas. Setiap bulan mereka membagikan sembako, membantu biaya sekolah anak yatim, bahkan menyumbang untuk renovasi mushola. Namanya keluarga Pak Wiryo. Tak ada yang tahu pasti sejak kapan kekayaan itu datang. Dulu, Pak Wiryo hanya pedagang hasil bumi biasa. Hidupnya cukup, tapi tak pernah berlebih. Namun dalam lima tahun terakhir, sawahnya mendadak subur tak pernah gagal panen. Usahanya merambah ke mana-mana. Tanah dibeli, ruko berdiri, mobil berganti tiap tahun. Orang-orang menyebutnya rezeki orang sabar. Padahal, rezeki itu dibayar mahal. Aku tahu cerita ini dari Darto, satu-satunya orang yang selamat dari lingkaran keluarga itu. Ia masih sepupu jauh Pak Wiryo. Malam itu, dengan wajah pucat dan mata cekung, ia bercerita sambil terus menoleh ke belakang, seolah ada yang mengikutinya. “Semua berawal dari sakitnya Bu Wiryo,” katan...

Cerita Horor: Desa Setelah Magrib

Ilustrasi Gambar Desa Setelah Magrib (Generated AI) Cerita Horor - Tak ada yang berani menyebut nama desa itu lagi. Di peta, ia masih ada. Tapi di mulut orang-orang sekitar, ia hanya disebut “desa kosong setelah magrib.” Aku pertama kali mendengarnya dari seorang sopir tua yang mengantarku liputan ke wilayah perbukitan. Sebagai orang yang pernah jadi reporter dan kini lebih sering mengedit kisah orang lain, aku justru tergelitik untuk melihatnya sendiri. Katanya, desa itu ditinggalkan warganya karena sebuah pesugihan. Dan setiap habis magrib, suara-suara aneh mendatangi rumah-rumah, memanggil nama penduduknya satu per satu. Namanya Desa Sumberrejo. Ironis, karena tak ada lagi sumber kehidupan di sana. Perjalanan ke desa itu memakan waktu dua jam dari kota kecamatan. Jalanannya sempit dan retak, diapit kebun karet yang menjulang seperti barisan penjaga bisu. Aku tiba menjelang sore. Langit mulai menguning, matahari perlahan turun di balik bukit. Rumah-rumah kayu berdiri kosong. Pint...